
Thursday, January 29, 2009
TRENGGALEK 2

TRENGGALEK SEKARANG [1]

Buku dioterbitkan oleh Pemda dalam rangka membentangkan derajat kemajuan melalui managemen kepemimpinan Pak Bupati. Terbit tahun 1974.
Istimewanya buku ini adalah naluri Bupati yang hebat, hal ini tercermin dalam memimpin secara total menerapkan teori kepemimpinan yang lama bercongkol di bumi ini, yakni ajaran "Hasta Brata". Yang patut diacungi jempol adalah niatan "pencitraan" Buiding Image untuk Trenggalek. Padahal building image untuk baru ramai tahun 2000-an
Saturday, January 24, 2009
ILMU BUMI. PULAU JAWA

Wednesday, January 14, 2009
INDONESIA KELUAR DARI PBB

Buku ini diterbitkan Cendekia Jakarta, dan sampul adalah kreasi Dahlan Djahz. Dengan tebal 15 halaman. Buku ini dikais-kais dari komunitas buku lawas Jl Sriwijaya Malang atau Depan Stasion Kota Baru Malang.
Thursday, January 8, 2009
CERITERA NABI MUHAMMAD DAN PAHLAWAN-PAHLAWAN ISLAM
Wednesday, January 7, 2009
ILMU MEMOTRET & PEMBUATAN KLISE

Buku ini memberikan informasi tentang pelatihan praktis - Lembaga Pendidikan Kejurtuan Masyarakat [LPKM] "Carya Remaja Bandung". Ketika itu beralamat di jalan Oto Iskandardinata 129 Bandung
Sunday, January 4, 2009
IKUT AYAH KE TANAH SUCI--TIRRY ANDIO
MAJALAH RESMI MILIK PANDU RAKYAT INDONESIA

MENCUCI MENJADI SEBUAH PEMBELAJARAN

Terdapat istilah-istilah yang saat ini sudah tidak diketemukan lagi, atau jarang digunakan, seperti, "Mengelantang".
Mengelantang, menurut buku ini adalah suatu aktivitas yang bertujuan membuat agar kain atau pakaian yang dicuci tampak bersih dan bebas dari kuman atau bakteri. Untuk mendudukung aktivitas itu digunakan pula obat "pengelantang"
Tebal buku ini sekitar 24 halaman, dan ketika itu dijual dengan harga Rp. 12.-
Tebal buku ini sekitar 24 halaman, dan ketika itu dijual dengan harga Rp. 12.-
MENCEGAH HAMIL- PENGETAHUAN SUAMI ISTERI

Pertanyaan langsung ini dimungkinkan karena untuk menanyakan soal-soal hubungan sex ketika itu sangat tabu.
Istilah yang digunakan oleh buku ini menggambarkan zamannya, misalnya "kondom", pada saat itu istilahnya adalah Kapoce [Kopotje].
Subscribe to:
Posts (Atom)