Google

Tuesday, March 30, 2010

1001 SOAL-SOAL HIDUP


Friday, March 5, 2010

DARI GUBERNUR DJENDRAL DAENDELS SWAMPAI PRESIDEN SOEKARNO


ADJUR-ADJER

Etika Pergaulan sudah lama dicermati bangsa ini, dan tampaknya sudah disadari sejak lama, bahwa pergaulan itu harus bermodalkan etika. ....maaf belum tuntas

BUKU PANDUAN WISATA LAWAS "DJAKARTA GUIDE"

Apa Bahasa Inggrisnya Rawon, Apa Pula Pecel?...Buku ini menjawabnya
Lumayan juga apa-apa yang dibentangkan di buku ini. Bahwa Jakarta sudah lama menyiapkan dirinya sebagai tempat yang dikunjungi oleh manca. Kendati rasa dan sentuhan Global belum berambah Jakarta, namun sudah diantisipasi secara dini. Buku ini berbahasa Inggris, diterbitkan kedalam bahasa Inggris. Memang dari desainnya diperuntukkan orang asing. Kalau ingin tahu bahasa Inggrisnya "Pecel" atau "Rawon", ada di dalam buku ini

K.E. WOROSJILOV KETUA PRESIUM SOVJET URSS

WOROSJILOV ADALAH PRESIUM RUSIA YANG PERNAH SINGGAH DI SURABAYA

Bung Karno memiliki sahabat dekat bernama KE. Worosjilov, seorang-orang yang begitu hebat pikirnya dia adalah Presidium Rusia. Adalah buku yang membentangkan persahabatan antara dunia yang berbeda. Entah apa latarnya, namun yang menarik dikaji, ternyata bangsa ini memilki kemampuan membangun kecerdasan interpersonal. Buktinya negara yang acapkali disebut negeri beruang itu membuat ikatan kuat kekerabatan. Buku ini membuka ruang mengetahuan agar kita tidak picik memandang, bahkan kekeliruan dalam mengambil keputusan. .Buku ini juga menyertakan photo-photo istimewa kala itu, bahkan ada photo spektakuler yang menggambarkan menyemutnya manusia di lapangan tugu Pahlawan ketika Worosjilov datang di kota 'Bonek" Surabaya,..belum tuntas

WEDATAMA GANTJAR - KGPAA MANGKUNEGARA IV

Buku ini berisikan ajaran makna hidup orang Jawa, buah karya sastra budaya adiluhung KGPAA Mangkunegera IV. Adalah tembang yang makna sarat nasihat hidup dan kehidupan. Ketika orang mencermatinya dengan kesungguhan dapat dipastikan perilaku hidup penuh pertimbangan-pertimbangan yang didominasi oleh kecerdasan hati. Hal tersebut terurai dalam kelompok tembang sbb:
Pada tembang Pangkur, buku ini memberikan suri tauladan yakni bagaimana manusia dalam merengkuh kidup dadasarkan dalam perilaku susila. Kemudian tembang itu juga mengisyaratakan agar dalam berperilaku setiap saat tetap mengedepankan pada perilaku susila.
Pada tembang Gambuh, memberikan isyarat bahwa dalam hidup dan kehidupan manusia sesungguhnya akan menerima konseksuensi atas perbuatannya. Bagaikan tamsil yang mengatakan bahwa manusia itu akan 'mengunduh' apa yang telah ditanam. Kita kan mengunduh "wohing panggawe", artinya kita akan memanen bibit-bibit yang sesuai kita tanam.
Pada tembang Pucung, memberikan petunjuk pada manusia agar jika manusia manuntut ilmu dan memiliki ilmu, ada keharussan yang ditempuh, yakni tetap bersandar pada kecerdasan hati. Manusia sangat dianjurkan memahami bathin orang orang lain. Menghidarkan diri dari ego dan sifat egosentris. Dapat membaca hati orang lain, dapat memahami keinginan orang lain serta dapat memahami perbedaan antara diri dengan orang lain. Setidaknya harus bermodalkan:
  1. Ikhlas/legawa
  2. Rela berkorban
  3. Rendah hati
Kemudian tembang pucung ini juga memberikan pertian pada sikap orang yang berilmu. Orang yang berilmu tinggi, jika tidak sadar dalam menerapkan keunggulannya maka akan cenderung berbuat nista, dan inilah yang harus didasari dan dihindari.
Pada tembang Gambuh, memberikan pembelajaran pada manudsia untuk menembah, atau membengun pencermatan pada empat hal, yakni, menembah pada:
  • Sembah Raga
  • Sembah Cipta
  • Sembah Jiwa
  • Sembah Rasa
Sembah Raga, artinya bahwa manusia dalam mengarungi hidup, manusia dalam bertindak sudah didasarkan pada pikiran jernihnya.
Sembah Cipta, artinya adalah muncul kesadaran hakiki bahwa manusia ketika merengkuh hidupnya selalu mengedepankan jiwanya. Dalam setiap bertindak tidak gegagabah atau merugikan orang lain. Jiwa adalah pusat pengendalian diri manusia
Sembah Jiwa, artinya......maaf belum tuntas masih belajar lagi
Data buku
JUDUL: Wedatama Gantjar
PENULIS: KPAA Mangkunegara IV
PENERBIT:Kuluarga Soebarno. Naju Barat 3/1 Kotak Pos 73 Solo
CETAKAN:---Agustus 1954
TEBAL: 38 Halaman.
Kondisi Buku Masih segar bugar, adapat terbaca, Dikais dari Komuniats buku lama Malang. Veloodrom Sawojajar Malang.
[][]
DAPAT DINIKMATI DI JOGLO JAVANOLOGI

Tuesday, February 16, 2010

ANALISA PANCASILA INDONESIA

Model pembentangan buki ini tanya jawab, bahasa lazimnya dialog. Pengarangnya adalah anggota KNIP Jusuf A.Puar. Karena penulis ikut serta dalam ritme kesejarahan, maka buku ini semakin mudah dinikmati. Bahasanya jelas mengalir, serta membelajarkan. Kendati dianggap sudah kadaluarsa tanggal terbitnya, namun rasanya masih pantas buat acuan. Dari buku ini dapat ditelusuri kepemilikannya. Pertama adalah milik departemen penerangan Malang, hal ini terlihat dari stempel. Kemudian kepemilikan buku ini berpindah tangan ke Pengurus Komisariat GMNI Ekonomi Universitas Brawijaya Malang. Buku ini dikais dari pedagang buku bekas kota Malang [Veloodrom]. Pernah suatu kali ditawar oleh seorang Alumnus Fak ekonomi Univ. Brawijaya karena merasa memilki keterkaitan dengan buku ini. Namun dengan permintaan maaf, karena buku merupakan koleksi.